Mau Investasi SR025 2026? Kenali Kupon, Pajak, dan Risikonya Sebelum Membeli

Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi SBN ritel berbasis syariah melalui Sukuk Ritel SR025. Masa penawaran SR025 berlangsung mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026 melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah.

Bagi masyarakat yang sedang mencari investasi dengan imbal hasil tetap dan pembayaran secara berkala, SR025 dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.

Namun, sebelum membeli, jangan hanya terpaku pada besarnya kupon. Investor juga perlu memahami pajak SR025, hasil investasi setelah pajak, pilihan tenor, risiko apabila dijual sebelum jatuh tempo, serta bagaimana investasi tersebut dicatat dalam administrasi perpajakan.

Dengan memahami seluruh aspek tersebut sejak awal, keputusan investasi dapat dibuat berdasarkan perhitungan yang lebih matang.

SR025 2026 Hadir dalam Dua Pilihan Tenor

SR025 merupakan Sukuk Ritel yang diterbitkan pemerintah dengan prinsip syariah dan memberikan imbalan tetap kepada investor.

Pada penerbitan kali ini, tersedia dua pilihan seri:

  • SR025T3 dengan tenor 3 tahun.
  • SR025T5 dengan tenor 5 tahun.

Keduanya memberikan imbalan tetap setiap bulan. Perbedaan utama terletak pada jangka waktu investasi dan tingkat imbalan yang ditawarkan.

Bagi investor yang menginginkan periode investasi lebih pendek, SR025T3 dapat menjadi pilihan. Sementara itu, SR025T5 dapat dipertimbangkan oleh investor yang memiliki tujuan keuangan dengan horizon lebih panjang.

Berapa Kupon SR025? Ini Angka yang Perlu Diketahui

Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul sebelum membeli SBN adalah “berapa kupon yang didapat?”

Untuk SR025, pemerintah menetapkan tingkat imbalan tetap sebagai berikut:

SeriTenorKupon BrutoSetelah PPh Final 10%
SR025T33 tahun6,80% per tahun6,12% per tahun
SR025T55 tahun6,90% per tahun6,21% per tahun

Imbalan tersebut dibayarkan secara berkala setiap bulan sesuai jadwal pembayaran yang ditetapkan.

Bagi investor yang menyukai cash flow bulanan, pola pembayaran seperti ini menjadi salah satu daya tarik Sukuk Ritel dibandingkan instrumen yang hanya memberikan hasil pada akhir periode.

Pajak SR025 2026: Jangan Hitung dari Kupon Bruto Saja

Selain kupon, ada satu angka yang tidak boleh dilewatkan investor, yaitu pajak investasi. Kupon SR025 dikenai PPh Final sebesar 10%. Artinya, nominal yang benar-benar diterima investor setelah pajak tentu lebih rendah daripada kupon bruto yang tercantum dalam penawaran.

Sebagai gambaran, investor yang menempatkan Rp100 juta pada SR025T3 akan memperoleh:

  • Kupon bruto 6,80%: Rp6,8 juta per tahun
  • PPh Final 10%: Rp680 ribu
  • Estimasi kupon bersih: Rp6,12 juta per tahun
  • Rata-rata kupon bersih: sekitar Rp510 ribu per bulan

Sementara untuk SR025T5:

  • Kupon bruto 6,90%: Rp6,9 juta per tahun
  • PPh Final 10%: Rp690 ribu
  • Estimasi kupon bersih: Rp6,21 juta per tahun
  • Rata-rata kupon bersih: sekitar Rp517.500 per bulan

Angka tersebut merupakan simulasi sederhana. Perhitungan aktual dapat dipengaruhi oleh mekanisme pembayaran kupon pertama dan ketentuan transaksi yang berlaku.

Kenapa Investor Harus Melihat Hasil Setelah Pajak?

Membandingkan investasi hanya berdasarkan kupon bruto bisa membuat investor memperoleh gambaran yang kurang lengkap. Misalnya, dua produk investasi sama-sama menawarkan imbal hasil yang terlihat menarik. Setelah memperhitungkan pajak dan biaya, hasil bersih yang diterima bisa berbeda. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan, gunakan pendekatan:

Imbal hasil bruto − pajak − biaya terkait = hasil investasi bersih

Dengan cara ini, investor dapat membandingkan produk investasi secara lebih rasional.

SR025T3 atau SR025T5? Jangan Salah Pilih

Perbedaan tenor sering kali dianggap sebagai hal sederhana. Padahal, pilihan tiga tahun atau lima tahun berkaitan langsung dengan kebutuhan dana dan rencana keuangan investor.

SR025T3: Tenor Lebih Pendek

SR025T3 dapat dipertimbangkan bagi investor yang memiliki target keuangan dalam jangka menengah dan tidak ingin mengalokasikan dana terlalu lama. Keunggulannya adalah periode investasi lebih pendek dibandingkan SR025T5. Namun, tingkat kuponnya sedikit lebih rendah, yaitu 6,80% per tahun.

SR025T5: Imbalan Sedikit Lebih Tinggi

SR025T5 menawarkan kupon 6,90% per tahun dengan periode investasi lima tahun. Pilihan ini dapat dipertimbangkan apabila investor memang memiliki dana yang tidak diperlukan dalam jangka panjang.

Jangan memilih tenor lima tahun hanya karena selisih kuponnya lebih tinggi. Pastikan terlebih dahulu bahwa dana tersebut tidak akan digunakan untuk kebutuhan penting dalam waktu dekat.

Kupon Tetap, tetapi Harga Bisa Berubah

Ada anggapan bahwa karena kupon SR025 bersifat tetap, maka seluruh nilai investasi akan selalu stabil. Hal tersebut perlu diluruskan. Jika investor memegang SR025 hingga jatuh tempo sesuai ketentuan, mekanisme pembayaran imbalan dan pelunasan pokok mengikuti ketentuan penerbitan. Namun, apabila investor menjual SR025 di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, harga transaksi dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Artinya, investor yang menjual ketika harga pasar berada di bawah harga pembelian dapat mengalami kerugian dari sisi harga.

Sebaliknya, jika harga pasar meningkat, investor memiliki peluang memperoleh keuntungan dari selisih harga. Karena itu, terdapat perbedaan penting antara:

memegang SR025 hingga jatuh tempo
dan
menjual SR025 sebelum jatuh tempo.

Investor perlu memahami hal ini sebelum memasukkan SR025 ke dalam portofolionya.

Mulai dari Rp1 Juta, Apakah Berarti Semua Orang Harus Membeli?

SBN ritel dikenal memiliki nominal investasi yang relatif terjangkau. SR025 dapat dipesan mulai dari Rp1 juta sesuai ketentuan penawaran. Nominal minimum tersebut memang membuat instrumen ini lebih mudah dijangkau investor ritel. Namun, kemudahan akses bukan berarti seluruh dana sebaiknya dialokasikan ke SR025.

Sebelum membeli, pertimbangkan:

  • Apakah dana tersebut benar-benar tidak dibutuhkan dalam waktu dekat?
  • Apa tujuan investasinya?
  • Berapa lama dana dapat ditempatkan?
  • Apakah sudah memiliki dana darurat?
  • Bagaimana komposisi investasi yang saat ini dimiliki?
  • Apakah memahami risiko jika harus menjual di pasar sekunder?

Investasi yang baik bukan sekadar memilih produk dengan kupon menarik, tetapi juga menyesuaikannya dengan kondisi keuangan investor.

SR025 dan Pajak: Apa yang Harus Dicatat?

Investor terkadang menganggap karena pajak kupon sudah dipotong secara final, maka tidak ada lagi hal yang perlu diperhatikan. Padahal, administrasi investasi tetap penting. Dokumen pembelian, informasi kepemilikan, pembayaran kupon, serta dokumen pemotongan pajak sebaiknya disimpan dengan baik.

Bagi wajib pajak, data investasi dapat berkaitan dengan pencatatan:

  • aset yang dimiliki;
  • penghasilan investasi;
  • pajak yang telah dipotong; dan
  • pelaporan dalam SPT Tahunan sesuai ketentuan.

Dengan dokumentasi yang lengkap, investor akan lebih mudah melakukan rekonsiliasi antara portofolio investasi dengan administrasi perpajakannya.

SR025 Menarik, tetapi Tetap Perlu Dihitung dengan Cermat

Persoalan administrasi biasanya menjadi lebih kompleks ketika seseorang tidak hanya memiliki SBN. Misalnya, seorang investor juga mempunyai:

SBN + deposito + saham + reksa dana + properti + usaha

Masing-masing sumber penghasilan dapat memiliki karakteristik perpajakan yang berbeda.

Jika seluruhnya tidak dicatat dengan baik, investor dapat kesulitan ketika harus melakukan rekonsiliasi aset dan penghasilan dalam administrasi pajak. Maka dari itu, semakin besar dan beragam portofolio yang dimiliki, semakin penting pula memiliki sistem pencatatan yang tertib.

Tim konsultan pajak kami siap membantu Anda melakukan review penghasilan investasi, pencatatan aset, dokumentasi pajak, hingga rekonsiliasi data investasi dengan administrasi perpajakan.

Dengan investasi yang diperhitungkan sejak awal dan administrasi pajak yang tertata, Anda dapat mengelola portofolio dengan lebih tenang, terukur, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *